Kau hadir
saat kuduka
Kau ganti
air mataku dengan senyuman
Laksana
cahaya pelipur gelap
Tepiskan
luka dalam jiwa yang hampa
Mentari menyambut keberadaan kita
Aku bagaikan
daun kering, tanpa kehadiranmu
Tertiup
angin, terombang-ambing
Tiada arti,
tiada kisah
Sahabat...
Bawalah
separuh ragaku bersamamu
Jika ku menangis,
hapuslah tangisanku dengan candamu
Kumohon
tersenyumlah demi persahabatan kita
Persahabatan yang kekal dimakan usia
Maaf atas salahku
Jika lidah
ini tak sengaja menyayat batinmu
Janganlah
Kau pergi dan hilang dari hidupku
Karena Aku
tak pernah rela, bila harus kehilangan canda tawamu