Minggu, 07 Desember 2014

SAHABAT



Kau hadir saat kuduka
Kau ganti air mataku dengan senyuman
Laksana cahaya pelipur gelap
Tepiskan luka dalam jiwa yang hampa

Mentari  menyambut keberadaan kita
Aku bagaikan daun kering, tanpa kehadiranmu
Tertiup angin, terombang-ambing
Tiada arti, tiada kisah

Sahabat...
Bawalah separuh ragaku bersamamu
Jika ku menangis, hapuslah tangisanku dengan candamu
Kumohon tersenyumlah demi persahabatan  kita
Persahabatan  yang kekal dimakan usia

Maaf  atas salahku
Jika lidah ini tak sengaja menyayat batinmu
Janganlah Kau pergi dan hilang dari hidupku
Karena Aku tak pernah rela, bila harus kehilangan canda tawamu

Senin, 10 November 2014

Contoh “PERIBAHASA YANG BERTEMA PERSAHABATAN”


1)      Air besar, batu bersibak. (sibak = cerai, menepi).
Saudara dan sahabat berpecah-belah apabila timbul perselisihan besar.
2)      Bagai empedu lekat di hati.
Sangat karib (tentang orang bersahabat atau orang berkasih-kasihan).
3)      Berkuah sama menghirup, bersambal sama mencolek.
Persahabatan yang sangat karib.
4)      Seperti sendok dengan periuk sentuh-menyentuh.
Adakalanya terjadi perselisihan dengan sahabat.
5)      Terlentang sama makan abu, tengkurap sama makan tanah.
Kesetiaan dalam persahabatan atau percintaan sehingga ikhlas dalam menjalani hidup, baik suka maupun duka.
6)      Seperti inai dengan kuku.
Persahabatan yang sangat erat dan tidak akan dapat dipisahkan.
7)      Selapit ketiduran sebantal sekalang gulu.
Persahabatan yang sangat akrab.
8)      Sekain sebaju, selauk senasi.
Gambaran persahabatan atau ikatan percintaan yang seia sekata sehidup sepenanggungan.
9)      Jika cerdik teman berunding, jika bodoh disuruh diarah.
Sahabat yang tulus ikhlas dan suka membantu.
10)  Menuhuk kawan seiring menggunting dalam lipatan (menggunting dalam lipatan)
Suatu perilaku culas serta curang yang selalu berupaya membuat celaka kawan sendiri.

PROSA PERIBAHASA
Terlentang sama makan abu, tengkurap sama makan tanah.
‘Kesetiaan dalam persahabatan atau percintaan sehingga ikhlas dalam menjalani hidup, baik suka maupun duka’

            Peribahasa tersebut menggambarkan kepada kita bahwasannya sahabat yang baik dan sahabat yang sejati adalah mereka yang selalu ada di saat kita sedih maupun senang, saling mengingatkan ketika melakukan kesalahan, tulus serta ikhlas dalam membantu tanpa mengharap imbalan atau balas budi apapun.
            Sahabat tidak akan pernah saling melupakan, walaupun terpisah jarak dan waktu. Kasih sayang dalam persahabatan lebih tulus dan murni, karena dalam persahabatan tersebut akan saling memahami satu sama lain. Dalam persahabatan akan memunculkan sikap tolong menolong, simpati, kasih sayang bahkan tak jarang menumbuhkan cinta. Coba lihat, persahabatan selalu diakhiri dengan cinta, namun cinta tak selalu berakhir dengan persahabatan bukan?
            Bersahabatlah! Jadilah sahabat yang tulus, sahabat yang diandalkan dan dirindukan. Sahabat yang tulus merupakan bagian hidup yang tak dapat dipisahkan. Sahabat yang demikian itu merupakan sahabat super yang setiap orang tentu mendambakannya. Bisa dibayangkan apabila kita tidak memiliki sahabat sungguh hidup kita tidak akan berwarna.
            Sudahkah anda memiliki sahabat super?
            Semua itu akan terjawab saat kita mengalami pahit getirnya kehidupan. Mereka yang mendorong, merangkul, menggenggam tangan dan menyemangati adalah orang-orang terbaik yang pantas dikatakan sebagai sahabat super. Sebaliknya, mereka yang hanya hadir saat berada di puncak adalah mereka yang belum layak dicap sebagai sahabat.
            Bagaimana mungkin kita mendapatkan seorang sahabat jika kita sendiri tidak memiliki sikap kesetiakawanan. Maka dari itu sudah semestinya kita menjadikan diri kita sebagai tempat berteduh dan bersandar untuk para sahabat yang amat kita sayangi dan kasihi, terlebih apabila ia tertimpa kesedihan dan kesulitan.
            Teman mudah dicari, tapi sahabat sangat sulit didapatkan. Jadilah pribadi yang baik, pribadi yang menyenangkan, pribadi yang diidam-idamkan, pribadi yang mempunyai banyak sahabat dan menjadi sahabat super J
            Untuk lebih memahami arti sebuah persahabatan, mari kita perhatikan dan memaknai cerita tentang persahabatan di bawah ini. Semoga dengan membacanya, kita menjadi lebih yakin siapa yang pantas dikatakan sahabat super J
           

ARTI SAHABAT
            Ada dua orang sahabat, mereka bersahabat sejak kecil. Sebut saja, Yuda dan Ajeng. Mereka berdua selalu menghabiskan waktu bersama. Apa yang mereka kerjakan selalu diselesaikan dengan baik, tak ada satu hari pun mereka lewati tanpa bersama, kecuali saat matahari terbenam. Ya, mereka harus pulang ke rumahnya masing-masing. Karena mereka juga memiliki keluarga sendiri, bukan?
            Yuda dan Ajeng hidup di lingkungan keluarga yang berbeda.Yuda dilahirkan dari keluarga yang dihormati, ayahnya merupakan orang yang sangat berpengaruh di desanya. Ayah Yuda seorang kepala desa, meskipun demikian, Yuda dan keluarganya tidaklah angkuh. Mereka lebih senang hidup dalam kesederhanaan dan kerendah-hatian.
            Lain halnya dengan Ajeng. Seorang gadis desa yang penuh semangat, ceria, cerdas dan tolong menolongn. Ajeng tidak terlahir dari keluarga yang berkecukupan seperti Yuda. Orangtua Ajeng hanya seorang buruh tani miskin yang hidup seadanya. Walau pun demikian, keluarga Ajeng merupakan keluarga yang religius, Bu Yeyen dan Pak Ahmad selalu menasehati dan mendidik Ajeng agar menjadi seorang gadis yang taat beribadah dan tolong menolong kepada siapa pun.
            Setiap sore mereka selalu bercengkrama, menghabiskan waktu di pesawahan milik keluarga Yuda, sekedar bermain suling menikmati udara menantikan matahari terbenam.
            “Eh Yud, kamu ga malu ya? tanya Ajeng.
            “Apanya yang malu, Jeng? Kamu itu ya” jawab Yuda heran.
            “Dari kita bayi sampai sekarang sepertinya hanya aku teman yang kamu miliki. Kamu tak berpikir untuk mencari teman yang lain? Ya, teman yang sederajat sama kamu gitu”, Ajeng bersuara seraya membolak-balik suling yang dipegangnya.
            “Teman aku tuh banyak, bukan hanya kamu. Tapi, aku lebih nyaman sama kamu, karena buat aku, kamu tuh bukan sekedar teman melainkan sahabat sejati. Aku tak melihat siapa kamu, gimana kehidupan kamu karena cuma satu yang pasti, aku beruntung memiliki sahabat yang tulus seperti kamu, Jeng” kata Yuda.
            “Aku yang lebih beruntung Yud, karena aku memiliki kamu, kamu sahabat yang mau menerima aku apa adanya. Kamu selalu membelaku, menyemangati aku, dan mengusap air mata saat orang-orang mengejek dan mencela kehidupanku” Ajeng berkaca-kaca.
            “Sudahlah, ayo hapus kesedihan itu. Aku tak mau melihat sahabataku yang cerewet ini bersedih. Kamu tambah jelek kalau memasang wajah seperti itu” Kata Yuda sembari tersenyum, mengambil suling yang dipegang Ajeng.

            Mereka berdua tertawa bersama, menjahili satu sama lain. Sesekali mereka berdua memandangi pemandangan yang berada di pesawahan. Sungguh sore yang menyenangkan yang selalu mereka lewati bersama dengan penuh kegembiraan.

Jumat, 08 Agustus 2014

Coretan Pena

Perlahan, Aku Pergi

Kubagai keledai bodoh,  jatuh ke lubang yang sama
Sekuat apapun memberontak
Ku tak bisa, ku tak kuasa
Dan lagi ! hatiku teriris, terlumat sudah

Mengapa kau yang kucinta,
Mengapa kuharus merasakannya,
Sesuatu yang sering membuatku terluka
Menangis, hingga lelah air mataku

Kau yang kupuja entah dimana,
Ingin membenci, namun jiwa tak mampu
Ku menjerit melihat keangkuhanmu
Lesu, lunglai, memudar sudah

Bodoh, jika terus begini
Sia-sia, jika semakin ku pendam
Aku harus keluar, membuang asaku
Asa yang tak selayaknya tumbuh
Kasih....
Ku lelah pada sikapmu,
Ku muak, tak ingin mencinta lagi

Perlahan, aku pergi

Rabu, 23 Juli 2014

Coretan Pena

ARTI CINTA SESUNGGUHNYA

Sakit, walau tak berwujud
Perih, walau tak tergores
Sesak, meski tak berpenghalang
Rapuh, meski kaki kokoh berdiri
Mengapa?

Tersedu walau tak terluka
Meringis walu tak tersayat
Tak nampak, namun dapat terasa
Lalu, apakah itu?

Itulah cinta..
Cinta yang berakhir pada penyesalan,
Cinta yang berlandaskan ego, bukan ketulusan
Cinta yang hanya mengutamakan indah

Harusnya cinta tak demikian,
Tulus akan merubah segalanya
Namun, tak semua ketulusan berbuah manis
Terkadang cinta keliru, menyakiti hati yang berkorban
Memilih hati yang berlandaskan kemunafikan

Seharusnya cinta itu anugerah,
Bahagia saat orang terkasih bahagia,
Terluka saat orang tersayang menderita
Itulah cinta...
Bukan sekedar kata, namun beragam pembuktian
Bukan sekedar rangkaian bunga, namun perjuangan dan pengertian

Jika ketulusan telah di dapat
Tak ada hati yang kecewa, karena cinta tahu kemana dia harus pergi
Tak ada jiwa tersakiti, karena cinta yakin dialah orang yang tepat untuknya
Cinta tak sesakit ini,
Bila kita mengetahui arti kasih sayang sesungguhnya
Maka, cintailah apa yang kau punya,
Sayangilah apa yang kau dapat,
Jangan mengkhianati , jangan membohongi kata hati


Inilah Akhirnya

Gini nih, kalo udah berani mengenal cinta, galau parah, aneh parah dan otomatis kita akan alay parah -__-
                Pernah ga lo udah sayang banget sama orang tapi ternyata orang itu tuh malah nyakitin lo lebih dari apa yang lo kira? Orang yang udah lo anggap baik, setia, ga akan pernah ngasih luka dan ga akan pernah nyakitin ehh ternyata dengan begitu cepatnya dia berubah, hingga akhirnya perasaan lo yang harus menanggung sakit.
                Salah, salah karena kita terlalu berharap pada seseorang. Orang yang belum tentu benar-benar tulus pada kita. Hmm, apapun alasannya, nasi sudah menjadi bubur, kalo udah gini sih pahitnya pun harus ditelan mentah-mentah.
                Gue ga nyangka, orang yang selama ini gue anggap baik dan ga akan bikin gue kecewa ternyata sama aja kaya cowok yang lain. Awalnya aja manis, janji ini-itu, eh sadar juga omongannya ga ada yang kebukti. Ninggalin gue tanpa ada rasa bersalah. Gampang banget buat lupa dan menganggap semua baik-baik aja.
                Kemarin, di acara sekolah, gue ketemu sama nyokapnya. Kebetulan nyokap gue juga duduk bersebelahan sama nyokapnya dia. Gue samperin nyokap gue, dan gue juga langsung cium tangan nyokap dia. Oh iya, adiknya juga gue ajak maen dan duduk dipangkuan gue. Gue ga tau apa yang udah gue lakuin, “hello! Ni, lo sadar ga sih, lo tuh udah putus sama anak dari ibu ini, nah lo ko malah ngobrol kaya gini sih, kasian banget lo...hahaha”. Gue ngebatin sendiri dalam hati, gue ga tau gimana perasaan gue, yang pasti gue ga mau silaturahmi sama nyokap dan adiknya ikutan putus.
                Aduh parah, kayaknya nyokap dia ga tau kalo hubungan gue sama anaknya udah “pegat”, sedih rasanya waktu nyokap dia nyuruh gue maen lagi ke rumahnya. Nyokapnya masih baik sama gue, gue sakit banget, rasanya mulut pengen bilang kalo kita udah ga ada hubungan apa-apa lagi. Tapi, ya udahlah, niat gue juga cuma satu, gue ga mau silaturahmi gue putus sama nyokap mantan pacar gue.
                Ehh sakitnya tuh di sini (nunjuk hati). Ya Allah, kenapa  sih si cowok mesti datang , pake nyamperin nyokapnya segala, otomatis kan kita jadi pada ngumpul. Gue senyumin aja tuh cowok, padahal dalam hati tuh pengen cepet-cepet minggat dari tempat duduk. Huh, nyokap gue tau soal hubungan kita, tapi nyokap gue juga berusaha  bersikap baik-baik aja, buktinya waktu cowok itu datang, nyokap gue senyum manis saat si cowok cium tangan.
                Astagfirullah.. udah cukup ya Allah, hamba ga mau tambah sakit lagi. Dia ga pantes buat hamba cintain, dia ga pantes L Hamba mohon, bantulah untuk bisa menjauh dan melupakan dia, ga kuat ya Allah, ga kuat rasanya terus-menerus memendam perasaan ini. Apalagi, waktu gue liat dia masang DP sama temen ceweknya, nyesek banget, sakit. Hamba ga mau kaya gini terus, hamba cukup banyak masalah, hamba juga kecewa sama diri sendiri karena ternyata prestasi hamba menurun L Nyokap sih bilangnya ini gara-gara pengaruh si cowok itu, awalnya sih nyokap setuju-setuju aja gue pacaran sama dia, tapi setelah tau apa yang terjadi ehh malah sekarang nih nyokap  nyuruh gue buat ngejauh dan lupain dia.
                Hamba baru sadar, selama ini hamba terlalu berharap pada orang yang belum tentu baik di mata-Mu. Dan hamba  juga sadar, kalo belakangan ini waktu hamba habis dengan percuma hanya karena berusaha bertahan untuk orang yang salah. Hamba lupa, bila pada dasarnya tanggung jawab hamba begitu besar bagi kedua orangtua hamba. Astagfirullah, cinta dan perasaan yang keliru pada orang itu membuat hamba bodoh dan tak bisa berpikir logis.
                Bismillah, mulai sekarang gue harus bisa bangkit dan mengejar semua cita-cita gue. Kalo perlu gue tempelin di jidat, biar gue ga lupa. Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan hidayah dan karunia kepada hamba-Mu ini, mamah.. bapak.. Maafin ani ya, maafin ani karena udah ngecewain kalian. Ani salah, salah banyak sama kalian. Maafin Ani ya Allah, maafin Ani :’)
                Beri hamba kesempatan ya Allah, hamba janji bakal berusaha dan fokus belajar kaya dulu lagi. Hamba ga punya apa-apa, maka dari itu, hanya doa restu dan ridho orangtua hambalah yang harus hamba raih agar kehidupan bisa berjalan dengan berkah dan dalam karunia-Mu. Atas apa yang telah terjadi belakangan ini, hamba sadar, hamba banyak menyia-nyiakan waktu yang teramat singkat untuk hal yang ga penting. Tanamkan dalam hati, bahwa hal terpenting dan yang akan terus menjadi penting adalah “kebahagiaan kedua orangtua”.

                Siapa pun kalian, prioritaskanlah orangtua dalam hati J Karena, kasih sayang mereka ga  akan pernah putus, mereka ga akan pernah nyakitin. Kejar cita-cita, raih semua apa pun yang bisa bikin orangtua kita bangga untuk bilang “itu anak saya” Good luck buat kalian semua, jangan pernah putus asa, jangan hanya diam dan menyesal, karena itu tidak akan merubah segalanya. Menyesal dan berusaha bangkit adalah langkah terbaik menuju kesuksesan dan ketenangan hati sampai kita mati. Inget! Jangan pernah melupakan orangtua, sedih, susah, senang, semua terasa indah apabila kita berada dalam dekapan orangtua dan ridho Allah SWT. Semoga  kita menjadi anak sekaligus muslim yang taqwa dan selalu diberi hidayah, amin YRA.

Move On? Gimana caranya?

Dear Diary,
                “Kasih ibu sepanjang masa, Kasih anak sepanjang galah”
                Peribahasa di atas menggambarkan kepada kita bahwasannya kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah putus terhadap anaknya, apa pun yang terjadi. Subhanallah, wanita perkasa, tak kenal lelah, selalu menasehati dan mendoakan anaknya. Tak sepantasnya kita sebagai anak menyakiti dan melukai hatinya dengan sikap dan kata-kata yang tak layak kita ucapkan kepadanya, bidadari surga, wanita yang memiliki rahim tempat kita berlindung dalam kasihnya.
                Masa – masa kaya gue ini emang masa labil, rasanya lebih banyak waktu yang dihabiskan dengan teman dibanding dengan nyokap. Lebih sering galau karena patah hati, dibanding galau karena jauh dari nyokap. Astagfirullah, maafkan anakmu ini, maaf karena terlalu sibuk dengan hal – hal yang semu, hal yang ga penting, maaf!
                Diary, gue pernah denger bokap gue  bilang ke nyokap, “tuh kan, kalo udah gini sakit, orangtua tuh bukannya ngelarang pacaran, tapi kan seengganya kalo ngalamin putus tuh sakit, liat tuh akibatnya...” bla bla bla. Hadeuh, salah gue karena udah berani kenal dengan yang namanya cinta. Gue ga nyangka, diam – diam bokap merhatiin sikap gue selama ini, buset saking fatalnya kah patah hati kali ini?
                Move on, move on.. Dua kata yang sakral buat para galauwers, kata-katanya sih simple, tapi prakteknya itu loh yang susah. Gimana caranya biar bisa pede lagi? Seengganya bisa senyum sana-sini, ga ada beban, ga ada hal yang dipendam, gimana caranya? L
                Mau tau caranya?
                Pertama, usap air mata lo, hapus semua kesedihan lo, jangan dengerin lagu-lagu melow hey kalo ga mau memperparah keadaan. Udah?
                Kedua, buka lemari, buka buku, pokoknya buka semua tempat yang lo jadiin tempat buat menyimpan semua kenangan dari mantan lo. Apa pun, biasanya cewek kan suka coret-coret dibuku tuh, nulis tanggal jadian plus nama dia dan sang mantan. Nah, sekarang sobek deh tulisan itu, kalo perlu bakar, itu bisa sedikit ngilangin emosi kekecewaan lo.
                Ketiga, apa yah ketiga? Aha! Selanjutnya, boleh deh lo curhat ke temen lo, curhat kalo emang lo udah siap buat  flashback saat-saat putus sama mantan, tapi kalo belum siap mending diam dulu aja, tenangin hati lo. Kembali ke agama lo, kalo lo muslim, lo harus lebih mendekatkan diri pada Allah, mencoba ikhlas bahwasannya pacar belum tentu jodoh kita. Allah tengah menunjukkan kasih sayangnya pada lo, Dia Maha Tahu atas segala sesuatu.
                Keempat, buka mata lo, buka hati lo, liat kalo dunia belum berakhir hanya karena lo putus cinta. Matahari masih terbit di sebelah barat, terbenam di sebelah timur, iya kan? Nah, itu artinya dunia masih indah, bahkan selalu indah buat lo. Allah itu ga pernah nyusahin hamba-Nya, guys. Kita sendirilah yang membuat semuanya jadi ribet, terlalu lebay, alay gara-gara hal yang ga penting, malesin tau ga?
                Terakhir, tegaskan hati lo untuk lebih mengutamakan ilmu dan masa depan keluarga lo, orangtua lo. Inget guys, kita masih terlalu muda untuk terpuruk di dalam kegalauan cinta. Ada gunanya ga sih? Gue pengen tau, apa coba gunanya?  Dari awal, gue tulis “kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang  galah”, gue nulis bukan sekedar ngejiplak. Tapi, gue  pengen ngingetin diri gue sendiri bahwasannya ga ada yang berhak kita sayangin selain ibu kita, selain orangtua kita, apabila kita sudah membahagiakan mereka ya barulah kita coba untuk menyayangi oranglain yang menurut kita pantas untuk kita cintain. Tapi tetap saja, orang itu juga harus bisa mencintai orangtua kita, tidak hanya mencintai kita seorang.
                Oke fix, di usia yang tergolong sangat muda, ayo kita sibukkan diri kita untuk hal-hal yang bermanfaat, membanggakan dan inovatif. Kita kembangkan bakat-bakat terpendam kita, selain bakat galau, hehe. Anak muda harus kreatif, memikirkan hal bagi kemajuan bangsa dan negaranya adalah salah satu rasa nasionalisme yang sangat berarti. Kalo anak muda galau, bagaimana nasib negara kita tercinta ini, guys? Come on, move on dari keterpurukan, kita bangkit menjadi anak muda yang bisa membanggakan orangtua dan bangsa kita tercinta, Indonesia.

                Maaf ya, kalo ngawur, mudah-mudahan apa yang gue tulis bisa bermanfaat bagi kita, terutama bagi gue selaku orang yang sedang belajar “move on”, hehe. Ga ada niat menggurui, apalagi so alim, gue pengen bagi pengalaman, dengan menulis seengganya  kita bisa meluangkan perasaan kita yang insya Allah bisa diambil hikmahnya bagi saudara muslim di seluruh dunia, amin YRA.

Minggu, 22 Juni 2014

Dengan Mengingat-Nya

Dear diary,
                Kenapa sih kita mesti sayang sama orang yang ga sayang sama kita? Kenapa kita mesti cuek dan mengabaikan rasa sayang orang yang tulus sayang sama kita? Kebanyakan dari kita selalu berharap pada cinta yang ga pasti, biasa lah korban PHP (Pemberi  Harapan Palsu).
                Cinta dan kasih sayang itu suci, ga bisa dikontaminasi oleh apa pun. Karena perasaan ini adanya di dalam hati, hati yang ga akan pernah bisa bohong dan berdusta. Kalo bisa, kalo bisa nih ya, gue juga pengen bisa mencoba sayang sama orang yang ga gue harepin, simple aja, dia sayang sama kita, kita terima, jalanin pacaran dan mencoba buat sayang sama dia, dan hidup bahagia. Hah, ga sesimple itu guys. Banyak pertimbangannya kalo kita memilih orang yang sama sekali ga kita sayang. Maksudnya? Gini nih, gue tuh takut saat kita nerima tuh orang ehh kita malah diselimuti rasa bersalah, karena sejujurnya hati kita masih dimiliki oleh orang lain.
                Emang sih, ga sedikit pasangan yang tadinya cuma sekedar iseng-iseng , pacaran hanya buat status eh ternyata jadi BBC (benar-benar cinta). Tapi,  banyak juga pasangan yang failed karena salah satu pasangan ga bisa nerima kenyataan dan “nyerah” untuk mencoba sayang.
                Hadeuh, bingung deh. Ngomongin cinta di masa labil kaya kita ini, aneh tapi nyata. Galau lagi, galau lagi, enak kali ya kalo ga galau, hidup tenang. Ah tapi ujung-ujungnya pasti pengen bersatu sama mantan, atau pengen kembali mesra sama si doi yang notabene udah mulai berubah sikap. Ya Allah, kurang berdzikir ya hamba ini, sehingga di sela waktu dalam kediaman hamba hanya terbayang rasa sakit dan sedih karena putus cinta. Ga adil, kalo kita mikirin orang yang ga mikirin kita. Oke, fix! Udah ah lupain mantan, lalalalala mantan mantan pergilah. Gue pengen hidup bahagia tanpa bayang-bayang elo.
                Bismillah, daripada galau ga jelas, dengerin lagu-lagu melow aduh dapat memperparah rasa sakit hati loe, guys.  Mending ambil air wudu, solat, ngaji, dzikir, baca istigfar, ambil hikmah dari apa yang terjadi. Gue kan anak farmasi nih, sampe sekarang belum ada pihak medis yang nemuin obat untuk patah hati atau galau. Tapi, itu salah! Karena sesungguhnya, Allah telah memberi petunjuk dan obat yang paling mujarab untuk menghilangkan segala kegelisahan, kegundahan dan kecemasan dalam hati. Mau tau? Mau tau ga?

                Beneran mau tau? Wkwk.. oke, gue kasih tau, obatnya adalah membaca Al-qur’an dan mengingat Allah SWT. So, ayo buat para ABG muslim, yu ah kita ambil air wudu untuk menenangkan segala apa yang kita rasain, mau itu tentang cinta, nilai di sekolah, dimarahin ortu, atau ga dikasih uang jajan,hehe. Apa pun itu, kuncinya kita harus tetap bersyukur dan mengingat Allah SWT, insya Allah berkah J