Dear Diary,
“Kasih
ibu sepanjang masa, Kasih anak sepanjang galah”
Peribahasa
di atas menggambarkan kepada kita bahwasannya kasih sayang seorang ibu tidak
akan pernah putus terhadap anaknya, apa pun yang terjadi. Subhanallah, wanita
perkasa, tak kenal lelah, selalu menasehati dan mendoakan anaknya. Tak
sepantasnya kita sebagai anak menyakiti dan melukai hatinya dengan sikap dan
kata-kata yang tak layak kita ucapkan kepadanya, bidadari surga, wanita yang
memiliki rahim tempat kita berlindung dalam kasihnya.
Masa –
masa kaya gue ini emang masa labil, rasanya lebih banyak waktu yang dihabiskan
dengan teman dibanding dengan nyokap. Lebih sering galau karena patah hati,
dibanding galau karena jauh dari nyokap. Astagfirullah, maafkan anakmu ini,
maaf karena terlalu sibuk dengan hal – hal yang semu, hal yang ga penting,
maaf!
Diary, gue
pernah denger bokap gue bilang ke
nyokap, “tuh kan, kalo udah gini sakit, orangtua tuh bukannya ngelarang
pacaran, tapi kan seengganya kalo ngalamin putus tuh sakit, liat tuh akibatnya...”
bla bla bla. Hadeuh, salah gue karena udah berani kenal dengan yang namanya
cinta. Gue ga nyangka, diam – diam bokap merhatiin sikap gue selama ini, buset
saking fatalnya kah patah hati kali ini?
Move
on, move on.. Dua kata yang sakral buat para galauwers, kata-katanya sih
simple, tapi prakteknya itu loh yang susah. Gimana caranya biar bisa pede lagi?
Seengganya bisa senyum sana-sini, ga ada beban, ga ada hal yang dipendam,
gimana caranya? L
Mau tau
caranya?
Pertama,
usap air mata lo, hapus semua kesedihan lo, jangan dengerin lagu-lagu melow hey
kalo ga mau memperparah keadaan. Udah?
Kedua,
buka lemari, buka buku, pokoknya buka semua tempat yang lo jadiin tempat buat
menyimpan semua kenangan dari mantan lo. Apa pun, biasanya cewek kan suka coret-coret
dibuku tuh, nulis tanggal jadian plus nama dia dan sang mantan. Nah, sekarang
sobek deh tulisan itu, kalo perlu bakar, itu bisa sedikit ngilangin emosi
kekecewaan lo.
Ketiga,
apa yah ketiga? Aha! Selanjutnya, boleh deh lo curhat ke temen lo, curhat kalo emang
lo udah siap buat flashback saat-saat
putus sama mantan, tapi kalo belum siap mending diam dulu aja, tenangin hati
lo. Kembali ke agama lo, kalo lo muslim, lo harus lebih mendekatkan diri pada
Allah, mencoba ikhlas bahwasannya pacar belum tentu jodoh kita. Allah tengah
menunjukkan kasih sayangnya pada lo, Dia Maha Tahu atas segala sesuatu.
Keempat,
buka mata lo, buka hati lo, liat kalo dunia belum berakhir hanya karena lo
putus cinta. Matahari masih terbit di sebelah barat, terbenam di sebelah timur,
iya kan? Nah, itu artinya dunia masih indah, bahkan selalu indah buat lo. Allah
itu ga pernah nyusahin hamba-Nya, guys. Kita sendirilah yang membuat semuanya
jadi ribet, terlalu lebay, alay gara-gara hal yang ga penting, malesin tau ga?
Terakhir,
tegaskan hati lo untuk lebih mengutamakan ilmu dan masa depan keluarga lo,
orangtua lo. Inget guys, kita masih terlalu muda untuk terpuruk di dalam
kegalauan cinta. Ada gunanya ga sih? Gue pengen tau, apa coba gunanya? Dari awal, gue tulis “kasih ibu sepanjang
masa, kasih anak sepanjang galah”, gue
nulis bukan sekedar ngejiplak. Tapi, gue
pengen ngingetin diri gue sendiri bahwasannya ga ada yang berhak kita
sayangin selain ibu kita, selain orangtua kita, apabila kita sudah
membahagiakan mereka ya barulah kita coba untuk menyayangi oranglain yang
menurut kita pantas untuk kita cintain. Tapi tetap saja, orang itu juga harus
bisa mencintai orangtua kita, tidak hanya mencintai kita seorang.
Oke
fix, di usia yang tergolong sangat muda, ayo kita sibukkan diri kita untuk
hal-hal yang bermanfaat, membanggakan dan inovatif. Kita kembangkan bakat-bakat
terpendam kita, selain bakat galau, hehe. Anak muda harus kreatif, memikirkan
hal bagi kemajuan bangsa dan negaranya adalah salah satu rasa nasionalisme yang
sangat berarti. Kalo anak muda galau, bagaimana nasib negara kita tercinta ini,
guys? Come on, move on dari keterpurukan, kita bangkit menjadi anak muda yang
bisa membanggakan orangtua dan bangsa kita tercinta, Indonesia.
Maaf
ya, kalo ngawur, mudah-mudahan apa yang gue tulis bisa bermanfaat bagi kita,
terutama bagi gue selaku orang yang sedang belajar “move on”, hehe. Ga ada niat
menggurui, apalagi so alim, gue pengen bagi pengalaman, dengan menulis
seengganya kita bisa meluangkan perasaan
kita yang insya Allah bisa diambil hikmahnya bagi saudara muslim di seluruh
dunia, amin YRA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar